5 Bangunan Horor di Semarang

Posted on

Cerita seram memang selalu seru untuk didengar. Takut, tidak sih… Tapi seru, gimana dong? Semarang adalah salah satu destinasi favorit wisatawan yang menyimpan cerita-cerita mistis, salah satunya adalah Lawang Sewu. Sebelum berlibur, pastikan hotel murah di Semarang yang kamu tempati gak punya riwayat horor seperti bangunan di bawah ini.

Marabunta

Salah satu bangunan masa kolonial yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Marabunta mempunyai ciri khas dua semut merah yang bertengger di atas gedung. Nama Marabunta sendiri diambil dari semut jenis karnivora yang terkenal buas seperti piranha. Bayangin, digigit semut biasanya gatel, kan? Apalagi semut Marabunta… Dulu pada zaman penjajahan, gedung ini pernah dijadikan sebagai gedung pertunjukan dan kafe. Kalau menurut warga lokal, sih, sering terlihat penampakan noni Belanda yang menari di dalam gedung. Hiiii… serem, ya?

Rumah Abraham Fletterman

Abraham Fletterman, sang pemilik rumah lahir di Den Haag, Belanda pada 13 Desember 1888 dan meninggal di Semarang pada 26 Mei 1959. Nah, rumahnya ini dibangun pada tahun 1890 atau dua tahun setelah Fletterman lahir. Gaya bangunan yang sangat bergaya kolonial ini suasananya horor banget, guys. Suatu malam, ada yang pernah melihat penampakan perempuan berambut panjang yang mondar-mandir di halaman rumah! Sangking horornya, sampai dijadikan lokasi syuting film Suzanna yang berjudul “Beranak Dalam Pendam”. Horor bukan main!

Rumah Setan

Namanya aja sudah “Rumah Setan”, bisa dibayangkan dong keadaannya seperti apa? Menurut pengakuan warga, rumah ini sering dijadikan sebagai markas penganut aliran sesat. Mantan petugas kebersihan di Rumah Setan pun pernah meloihat penampakan hantu, seperti suster ngesot, hantu kuda, dan hantu-hantu lainnya. Komplit banget, nih, kayaknya.

Gedung Bekas Pabrik Gas

Gedung Bekas Pabrik Gas ini dulunya bernama Nederlandsch Indische Gas Maatschappij. Konon katanya, sering terdengar suara orang bercanda dan suara langkah kaki tanpa ada wujudnya! Di belakang gedung ini terdapat lintasan kereta api yang banyak menelan korban. Mungkin itu salah satu alasan kenapa bangunan ini bisa horor, ya.

SMA Negeri 1

Dulu, pada tahun 1939 – 1942 SMA Negeri 1 Semarang bernama Hogere Burger Schoool (HBS). Dan sempat dijadikan asrama sekolah pendidikan tentara Jepang hingga akhirnya dijadikan sebagai Rumah Sakit Tentara pada tahun 1945. Menurut mereka yang bisa “melihat”, ratusan roh berkumpul di dalam aula besar sekolah. Bahkan, rasa kesedihan dan darah masih bisa terlihat jelas olehnya. Selain itu, ada tentara Belanda, Jepang dan pribumi yang menghuni bangunan ini. banyak banget, deh pokoknya!

Kamu bisa mengunjungi bangunan-bangunan di atas, tapi tetap harus sopan, ya, biar gak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mau liburan dan menginap di hotel murah di Semarang? #gampang! Liburan bareng Mister Aladin aja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *