Tutup Kepala Tradisional Dari Melayu

Posted on

Memakai tutup kepala selalu menjadi bagian dari pakaian pria Brunei sejak dahulu kala dan digunakan kegiatan baik untuk acara formal maupun informal.

Umumnya tutup kepala pria di Brunei Darussalam dapat dikategorikan menjadi tiga jenis:
1.dastar yaitu sepotong kain yang diikatkan di kepala
2.songkok atau kopiah sejenis topi yang terbuat dari beludru
3.serban yang menyerupai sorban dan merupakan hiasan kepala khas di Timur Tengah.

Dipercaya bahwa songkok diperkenalkan kepada orang Brunei oleh pedagang Arab lebih dari enam atau tujuh ratus tahun yang lalu.

Nilai-nilai

Songkok sangat dituntut terutama dengan mendekati Hari Raya Aidilfitri (Idul Fitri), yang merupakan perayaan perayaan untuk menandai akhir bulan puasa Ramadhan, karena orang tua meningkatkan tidak hanya lemari mereka sendiri tetapi juga anak-anak mereka. Karena makna religius Hari Raya Aidilfitri (Idul Fitri), songkok ini praktis dipakai oleh setiap pria, tua dan muda.

Nilai-nilai memakai songkok juga ditekankan pada kaum muda baik di rumah maupun di sekolah. Orang dewasa mungkin tidak ingin menempatkan songkok di sepanjang waktu tetapi dia pasti akan memakainya di berbagai acara penting termasuk fungsi agama dan negara. Tentu saja ada orang-orang yang memakai songkok sebagai bagian dari pakaian sehari-hari mereka.

Kelestarian

Pada tahun 1975, pemerintah mendirikan Pusat Pelatihan Seni dan Kerajinan Brunei (BAHTC), di mana pembuatan songkok bergabung dengan kursus lain tiga tahun kemudian. Setelah menyelesaikan kursus pembuatan songkok selama tiga tahun, beberapa siswa telah menggunakan keterampilan mereka untuk mengatur bisnis mereka sendiri. Hari ini dengan popularitasnya, tuntutan untuk songkok meningkat. Industri songkok yang sedang berkembang adalah salah satu perusahaan yang akan berkembang menjadi potensinya tanpa hambatan.

Baca Juga : Grosir Peci Untuk Outfit Busana Muslim Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *