Simak ! Tata Cara Pelaksanaan Umrah (Syarat, Rukun Dan Wajib Umrah)

Posted on

Bagi umat islam yang udah bisa maka disunnahkan untuk jalankan ibadah umrah. umrah adalah berkunjung ke tanah suci atau Baitullah bersama dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT bersama dengan memenuhi syarat tertentu yang udah ditetapkan oleh  syara’,  dan waktunya boleh kapan saja tidak ditentukan layaknya halnya Badal haji.

Hukum Umrah

Umrah hukumnya sunnah hal  ini berdasarkan sabda  Rasulullah SAW: “Haji adalah fardu sedangkan umrah adalah “tatawwu.” (HR. muslim).

Tatawwu ialah tidak diwajibkan, namun  benar-benar baik dikerjakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan melakukannya lebih utama daripada meninggalkannya sebab tatawwu mempunyai ganjaran pahala.

– Syarat Untuk melakukan Umrah

1)  Islam

2) Baligh dan berakal

3) Merdeka

4) Memiliki kapabilitas (adanya bekal)

 

– Rukun Umrah Ada 4 yakni :

1. Ihram disertai niat.

2. Tawaf atau memutari Kakbah.

3. Sa’i  (lari-lari kecil pada bukit Safa dan Marwah)

4. Bercukur atau memotong rambut sekurang-kurangnya tiga helai.

 

– Wajib Umrah Ada 2 yakni :

1) Ihram dari miqat yang terbagi menjadi dua macam yaitu

– Miqat zamani (batas waktu) yakni bisa dikerjakan sewaktu-waktu

– Miqat makani (batas merasa ihram) layaknya halnya haji.

2) Menjaga diri dari larangan-larangan ihram yang jumlahnya serupa bersama dengan larangan haji.

 

Tata Cara Melakukan Umrah

1) Diawali bersama dengan mandi besar (janabah) sebelum saat ihram untuk umrah.

2) memakai baju ihram berwarna putih tidak berjahit (bagi laki-laki). Untuk lelaki 2 kain, satu  dijadikan untuk sarung dan satu ulang dijadikan selendang, sedangkan untuk wanita memakai baju apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.

3) Niat jalankan umrah didalam hati. ini niatnya:

– Kemudian bertalbiyah bersama dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan bagi wanita suaranya memadai didengar oleh orang yang ada di sampingnya saja, yakni mengucapkan talbiyah :

4) Setelah hingga di Masjidil Haram menuju ka’bah, makalakukan thawaf sebanyak 7 x putaran. 3 putaran pertama jalur cepat dan 4 nya ulang jalur biasa. Tawaf dimulai dan diakhiri di hajar aswad, dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya bersama dengan tangan kanan dan menciumnya terkecuali bisa sambil mengucapkan “Bismillahi wallahu akbar”. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka memadai berikan isyaratnya saja sambil berbicara “Allahu akbar”.

5) Jika bisa Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim atau terkecuali tidk bisa maka di daerah lainnya di masjidil haram bersama dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama dan surat Al-Ikhlas pada raka’at kedua.

6) Selanjutnya Sa’i yakni naik ke bukit Safa bersama dengan menghadap kiblat sambil mengangkat ke dua tangan dan mengucapkan” Innash shafa wal marwata min sya’aairillah”. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku mengawali bersama dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa berikan tanda dan mengucapkan “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir”. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shadaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sesuka hati. Sa’i ini dikerjakan sebanyak 7 kali bersama dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, dimulai dari bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.

7) Kemudian yang terakhir Mencukur rambut kepala bagi laki-laki dan memotongnya sekedar ujung jari bagi wanita. Maka selesailah ibadah umrah.

Yuk lakukan ibadah haji bersama Travel Haji Umrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *